Yang saya ketahui, pada zaman sekarang, masih banyak seseorang yang mengalami cacat intelektual. Barangkali penyebab mereka mengalami hal tersebut, salah satunya karena mungkin sudah dari lahir atau pernah mengalami masa lalu yang membuat mereka merasa tidak berguna lagi dan cacat intelektual. Bisa jadi juga dari faktor genetik, kondisi medis, maupun faktor lingkungan.
Ada sebuah cerita yang saya ambil dari seseorang yang dulunya mengalami cacat intelektual. Sekarang dia menjadi seseorang yang berprestasi. Katakanlah namanya berinisial (A).
Sejak kecil, (A) sudah terlihat mengalami ketidakmampuan intelektual. Proses belajarnya jauh lebih lambat dibandingkan teman-teman sebayanya. Di sekolah, ia sering diejek dan diabaikan oleh teman-temannya karena dianggap "berbeda". Namun, di balik segala keterbatasan itu, (A) memiliki semangat yang luar biasa meskipun tanpa dukungan penuh dari keluarganya dan sahabat-sahabatnya.
Sahabat-sahabat (A) tidak pernah memberikan dukungan penuh dengan mengikutsertakan (A) dalam berbagai kegiatan yang sesuai dengan minatnya. Tetapi dengan adanya semangat yang luar biasa yang dimiliki oleh si (A), lambat laun, (A) mulai menemukan potensi dalam dirinya.
Dengan tekun, ia terus mengasah kemampuannya meskipun banyak berbagai tantangan, tetapi (A) menganggap tantangan tersebut adalah sebuah proses. Dalam perjuangan pasti mengalami sebuah tantangan, hingga akhirnya (A) berhasil menghasilkan apa yang ia inginkan dengan secara perlahan-lahan dari kemampuan tersebut. Meski awalnya hanya dianggap sebagai kemampuan biasah, tetapi ternyata kemampuan tersebut memiliki nilai yang tinggi jika diperjuangkan dengan baik dan sungguh-sungguh.
Si (A) pun mulai menyadari bahwa disabilitas intelektual bukan halangan untuk si (A) berkembang selagi ia mau berjuang. Ia bahkan sering mengadakan forum diskusi-diskusi dengan teman-temanya untuk berjuang bersama untuk menjadi yang lebih baik lagi. Mungkin dari beberapa orang ada yang menganggap ini tulisan apa, tetapi bagi saya tulisan ini bisa memberikan motivasi kepada orang-orang dengan kondisi serupa.
Kisah (A) mengajarkan kepada kita bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari segalanya. setiap individu dapat tumbuh dan berkembang dengan baik untuk meraih kesuksesan. Potensi yang mungkin belum terlihat oleh mata, tetapi bisa bersinar terang jika diberikan kesempatan yang tepat.
“Kalau orang lain bisa lari maraton 10 km dalam 1 jam. Aku bisa juga, lari 1 km tapi dengan semangat 10 km! Karena kesuksesan bukan soal siapa yang cepat, tapi siapa yang tetap berjalan walau pelan”
Oleh: M. Endi Fadlullah
Posting Komentar