Mencari kebenaran dalam cara berprilaku menimbulkan etika. Dalam redaksi Ensiklopaedi ENSIE(Eerste Nederlandse Encyclopaedie) membahas terkait etika di dalamnya. Di zaman modern ini yang semakin berkembang akan perubahan secara global, benar memang dalam etika dinamakan keburukan, kebenaran dalam mencari keaslian(hakikat) dari benda-benda menimbulkan metafisika sehingga persoalannya menjadi apakah sesuatu hakiki(asli) atau bukan hakiki(palsu) suatu kesamaran atau maya saja.
Ternyata dalam sistematik Aristoteles belum dibicarakan secara lebih mendalam dan terpisah. Jadi sekarang ini pada zaman kita timbul cabang-cabangnya dan persoalan-persoalan yang baru pula. Misalnya saja etika umum, etika khusus, etika individu, etika social, dll. Hal ini memunculkan kesimpulan bahwa dalam tiap pembagian di zaman Aristoteles hingga dewasa ini etika juga termasuk filsafat yang berputar sekitar logika dan metafisika.
Setelah kita tahu sumbernya bahwasannya etika itu ternyata mempunyai dua pandangan baik dan buruk, tentu kita sebagai Mahasiswa dimana kita tidak lagi dilingkungan SMA yang mana waktu itu belum utuh akan kedewasaan mengeluarkan logika berpikir, belum bisa menyelesaikan masalah dalam tingkat pemahaman, transformasi, ketrampilan proses, bahkan rendahnya etika terhadap lingkup Pendidikan terhadap guru disekolah, teman sebaya, keluarga di rumah, masih harus di pertanyakan betul bagaimana etikanya. Dan bicara terkait etika di lingkungan sekolah pasti kita tahu beberapa peristiwa yang mana siswa tidak lagi beretika pada gurunya. Mengutip dari berita Kompas.id siswa yang melanggar etika semakin tidak bisa dibenarkan karena tindakannya, brutal, dan kejam.
1. Mulai dari kasus Pak Guru Bernama Zaharman di Rejang Lebong Tindakan siswa yang salah merokok dilingkungan sekolah, karena tak terima dinasehati akhirnya guru tersebut dilaporkan oleh siswa pada orang tuanya yang berujung guru tersebut kehilangan penglihatannya usai diketapel matanya.
2. Di Sidoarjo Pak Guru bernama Sumbadi divonis penjara karena laporan siswa yang tidak terima dinasehati untuk sholat.
3. (Jumat, 26 April 2024) akibat siswa yang hilang etika, Guru pengganti honorer bernama Supriyani di SDN Baito Konawe Selatan ditahan sehabis menegur siswa yang nakal.
4. Siswa melakukan Bulliying 5. Siswa SMA menyerang petugas kebersihan sekolah. Masyarakat Indonesia santun dan baik terhadap sesama, namun disaat yang bersamaan tindakan pelanggaran etika sangat marak dilakukan. Bagaimana sebenarnya PENGETAHUAN MENTAL etika siswa SMA dan Mahasiswa kita? Akankah kita acuh tak acuh terhadap itu, akankah kita akan termasuk didalamnya? Jangan lah ya?
Kebiasaan Mahasiswa yang melanggar etika di Pendidikan merupakan masalah yang terus berlanjut dan menarik perhatian public. Meskipun banyak dari kita tahu untuk memahami dan mengatasi masalah ini perilaku tidak jujur dan secara akademik tetap ada. Perilaku etis mahasiswa dalam penelitian akademis merupakan masalah kritis, terutama dalam konteks supervisi, hal ini mempengaruhi integritas penelitian dan pengembangan professional mahasiswa. Dilingkungan kampus banyak mahasiswa yang tujuan mereka datang untuk sekedar datang, datang sekedar absen, datang sekedar menuntaskan kewajiban, datang sekedar bertemu dengan dosen, datang sekedar mengisi kegiatan, maka hal inilah yang termasuk pengabaian pengawasan. Ini juga dicatat sebagai masalah etika. Hal buruk lainnya jika kita tidak beretika dilingkungan kampus pasti terjadi dorongan untuk melakukan penipuan seperti memalsukan data, ini merupakan pelanggaran etik yang serius. Jadi kita Mahasiswa alangkah pentingnya menjaga integritas penelitian akademis dan membina lingkungan Pendidikan yang positif.
Secara keseluruhan tujuan utama Pendidikan beretika adalah untuk mengembangkan individu yang memiliki karakter baik, mampu berpikir dan bertindak secara etis, serta memliki kesadaran social dan budaya yang tinggi. Pendidikan etika tidak hanya berfokus pada pengetahuan, tetapi juga pada penerapan nilai moral dalam kehidupan sehari-hari yang pada akhirnya menghasilkan Masyarakat yang lebih adil, inklusif, berkemanusiaan serta membangun karakter yang baik.
Dengan mengenali dan mengatasi dan mengatasi masalah ini, Lembaga dapat lebih mendukung dalam Upaya mereka(Mahasiswa) dapat beretika yang baik, melaporkan masalah etika tanpa takut dalam hukuman adalah hal yang penting.
Oleh: Nur Elisa A. (Mahasiswa PIAUD IAI Ibrahimy)
Posting Komentar